13.6 C
New York
Senin, Mei 11, 2026

Buy now

Beranda DAERAH BENGKULU UTARA Anggaran Jalan Bengkulu Utara Turun Drastis, Bupati Arie: Kami Terus Berjuang Kejar...

Anggaran Jalan Bengkulu Utara Turun Drastis, Bupati Arie: Kami Terus Berjuang Kejar Dana Pusat

0
76

DP, Bengkulu Utara – Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen membangun daerah dan meringankan beban masyarakat meski menghadapi keterbatasan anggaran pada tahun 2026.

Salah satu sektor yang terdampak signifikan adalah pembangunan infrastruktur jalan. Jika pada tahun 2025 anggaran pembangunan jalan mencapai Rp91 miliar, pada tahun 2026 ini pemerintah daerah hanya mampu mengalokasikan sekitar Rp31 miliar.

Padahal, kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Bengkulu Utara masih memerlukan perhatian serius. Dari total jaringan jalan yang ada, sepanjang 556 kilometer merupakan jalan provinsi dan sekitar 336 kilometer merupakan jalan kabupaten, ditambah ruas jalan nasional yang sebagian besar dalam kondisi rusak dan membutuhkan perbaikan maupun pembangunan.

Bupati Arie menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi keterbatasan tersebut. Ia mengaku terus melakukan berbagai upaya, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Bupati Arie dalam sejumlah kesempatan saat kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Padang Jaya dan Air Simpang beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kondisi keterbatasan anggaran ini perlu dipahami masyarakat agar dapat bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.

Bupati dan wakil bupati akan terus berusaha mewujudkan pembangunan ini. Kami terus berkoordinasi dengan gubernur, mengajukan ke balai, kementerian, serta berbagai sumber anggaran pusat lainnya,” ujar Arie.

Dalam Musrenbang RKPD yang digelar beberapa hari lalu, Bupati Arie kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilai sangat krusial serta tantangan fiskal yang dihadapi daerah.

Ia mengungkapkan bahwa kemampuan keuangan daerah mengalami penurunan signifikan akibat berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Pada tahun 2026, alokasi TKD untuk Kabupaten Bengkulu Utara hanya sebesar Rp1,071 triliun. Angka tersebut menurun sekitar Rp129,53 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,200 triliun.

Penurunan transfer dari pemerintah pusat ini tentu menjadi tantangan besar bagi kita dalam membiayai berbagai program pembangunan, termasuk perbaikan infrastruktur,” jelasnya.

Bupati Arie juga menyampaikan pesan khusus terkait sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi namun berada di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. Ia berharap pemerintah provinsi dapat segera melakukan intervensi pembangunan pada ruas jalan strategis yang rusak berat. Menurutnya, kerusakan jalan tersebut sangat berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Kalau jalan ini tidak segera diperbaiki, maka akses ekonomi masyarakat kami akan terkendala. Kami mohon perhatian dari provinsi untuk segera mengintervensi pembangunan jalan-jalan strategis ini,” tegasnya.

Sebelumnya, saat memberikan arahan dalam pelantikan sejumlah pejabat di Balai Daerah, Bupati Arie juga mewarning jajarannya agar tidak berpangku tangan dan tetap bekerja keras memperjuangkan pembangunan daerah.

Ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan aktif mencari peluang pendanaan dari pemerintah pusat agar lebih banyak program pembangunan yang dapat direalisasikan di Kabupaten Bengkulu Utara. (Adv)

Artikulli paraprakSering Picu Polemik, Kini Bengkulu Utara Punya Perda Ketenagakerjaan
Artikulli tjetërPMII Bengkulu Utara Bersama Kapolres Berbagi Sembako dan Buka Puasa Bersama

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini