DP, Bengkulu Utara – Pagi ini, di Lapangan Mapolres Bengkulu Utara terasa berbeda. Meskipun sempat mendung, cahaya matahari perlahan menyusup di antara bangunan kantor kepolisian. Suasana yang biasanya lengang berubah menjadi begitu hidup ketika suara langkah para personel mulai terdengar ritmis memenuhi area lapangan.(17/11/2025).
Deretan pasukan berseragam berdiri membentuk formasi rapi, seolah menyulam pola simetris yang menyatu dengan garis-garis lapangan yang basah. Seragam cokelat tua, loreng TNI, dan pakaian dinas dari berbagai instansi tampak berpadu seperti palet warna yang menggambarkan kesatuan visi.
Di depan barisan itu, Wakapolres Bengkulu Utara, KOMPOL. Januri Sutirto, S.H., berdiri dengan sikap tegas. Napas pagi yang dingin sesekali terlihat dari celah helm dan masker para personel, menambah nuansa bahwa apel pagi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari sebuah tanggung jawab besar: Operasi Zebra Nala 2025.
Kedatangan para unsur Forkopimda menambah kesan formal yang kuat. Asisten III Pemda Bengkulu Utara berjalan ke podium dengan langkah mantap, diikuti Ketua DPRD Bengkulu Utara, Danramil Arga Makmur, serta perwakilan dari Pengadilan Negeri dan Dinas Perhubungan. Mereka berdiri menyimak jalannya apel, memancarkan ekspresi serius yang menunjukkan dukungan penuh terhadap operasi ini.
Apel dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Suara komando menggema, memantul pada bangunan Mapolres, membentuk getaran yang seolah menyatukan semua elemen yang hadir. Dari kejauhan, bendera Merah Putih berkibar perlahan, bersentuhan dengan angin lembut pagi itu.
Operasi Zebra Nala, yang digelar selama 14 hari mulai 17–30 November 2025, bukan lagi hanya operasi tahunan yang menindak pelanggaran lalu lintas. Tahun ini, ada fokus emosional yang lebih dalam: menghadirkan kembali kesadaran bahwa jalan raya adalah ruang hidup bersama, yang harus dijaga dengan disiplin dan rasa tanggung jawab.
Saat menyampaikan amanat, suara KOMPOL Januri terdengar mantap namun penuh kehangatan. Ia tidak hanya membacakan naskah, tetapi mengajak seluruh pasukan untuk merasakan urgensi di balik operasi.
“Operasi Zebra Nala diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya di bidang lalu lintas,” ujarnya-Sebuah kalimat yang menggema di antara barisan, seolah menjadi pengingat bahwa tugas mereka menyangkut nyawa manusia di jalan raya.
Pasukan gabungan yang terlibat menambah kesan bahwa operasi ini sangat serius. Personel TNI Kodim 0423 BU berdiri tegap dengan seragam loreng yang kontras dengan cokelat tua kepolisian. Satuan Lalu Lintas bersiap dengan atribut lengkap, sementara staf Polres, Sat Intelkam, Sat Narkoba, dan Satpol PP memadati barisan belakang.
Kehadiran lintas instansi itu menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya bergantung pada satu unit, tetapi pada kekuatan kolektif. Suasana ini itu tidak hanya dipenuhi suara komando, tetapi juga energi harapan. Harapan agar angka kecelakaan menurun. Harapan agar masyarakat lebih patuh. Harapan agar jalanan Bengkulu Utara menjadi lebih aman bagi pengendara dan pejalan kaki.
Menutup apel, Polres Bengkulu Utara kembali menyerukan imbauan kepada masyarakat. Angin membawa suara itu ke setiap sudut lapangan: ajakan untuk menaati aturan, menyiapkan kelengkapan berkendara, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas, bukan sekadar pilihan.
Ketika barisan pasukan perlahan dibubarkan, matahari telah naik lebih tinggi, menyinari wajah-wajah yang penuh siap sedia. Pagi itu menjadi saksi bahwa Operasi Zebra Nala 2025 dimulai bukan hanya dengan kesiapan logistik, tetapi dengan tekad bersama untuk membuat jalanan lebih manusiawi. (Red)

