Diduga Oknum Bawa Minyak Oplosan, Alibi Oknum Anomali Terhadap Logika

0
355

DP, Bengkulu Utara – Satu Unit Sepeda Motor terciduk membawa  empat jerigen minyak yang dibungkus pakai karung. Pada musim antrian panjang, kok bisa-bisanya ada oknum bawa minyak Jenis Pertamax dalam skala banyak, (19/06/2025).

Tepatnya di jalan Desa Talang Rendah, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Kedapatan sebuah kendaraan sepeda motor membawa empat jerigen minyak, tiga di belakang dan satunya di depan. Saat dihampiri, pengendara sontak kaget. Belum sempat ditanyakan, oknum langsung hentikan kendaraan lalu menjawab “ini pertamax“.

Gestur demikian membuat awak media semakin penasaran, awak media spontanitas terpikir kalau Pertamax boleh dijual bebas, tidak mungkin dipasangkan pengumuman di area SPBU.

Pada dinding bangunan kantor SPBU-SPBU, terpantau adanya pengumuman. Pengumuman tersebut merupakan larangan yang mengandung pesan sebagai bentuk peringatan keras, agar penjualan BBM tidak menyimpang.

Buruknya, oknum tersebut mencoba mengumbar fitnah. Tanpa memikirkan akibat apa yang ia ucap. Oknum tersebut sempat mengatakan minyak itu berhasil ia dapatkan dari SPBU tempat dimana ia bekerja. Awak media pun belum ingin mepercayai pengakuannya, karena jika memang perkataannya benar, tidak mungkin pengumuman bersifat larangan itu dipampang ditempat yang mudah dilihat.

Patut diduga minyak tersebut merupakan minyak oplosan, jikapun dugaan salah, “masa iya minyak tersebut didapatkan dari SPBU?“. Kecil kemungkinan minyak itu benar didapatkan dari SPBU. Karena pengisian pada SPBU diyakini sesuai aturan.

Sangat tidak masuk akal!.

Jika pengambilan minyak di SPBU yang oknum tersebut maksud menggunakan kendaraan roda dua, tentu pasti terdeteksi pada CCTV,  adanya kendaraan roda dua lakukan pengisian yang berulang-ulang. Jikapun menggunakan kendaraan roda empat, tidak mungkin juga tangkinya berkapasitas ratusan liter, pastinya gunakan barcode.

Hal ini penting juga diminta hak jawab pihak pengelola atau pengurus SPBU yang ia sebut-sebut, demi menjaga nama baik SPBU. Sangat diyakini pihak SPBU tidak memperkenankan yang namanya pengisian berulang dan mengisi tangki modifikasi atau over kapasitas.

Kendatipun ucapan oknum tersebut benar adanya, hal itu berpotensi kenakalan oknum karyawan, yang diluar pengetahuan pimpinannya. Penting dikonfirmasi agar SPBU-SPBU tidak lagi mempekerjakan karyawan nakal. Hal ini akan dilakukan cocok logi oleh awak media demi penyajian informasi yang berimbang. (Red)

Artikulli paraprakPakai Tangki Modifikasi Kena Fee, Dari Pada Formalitas Mendingan Beri Legalitas
Artikulli tjetërLebih Dari 24 Jam Pasca Terima Surat, PPTK Masih Berlagak Cupu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini