DP, Bengkulu Utara – Anggota DPRD Bengkulu Utara dari Fraksi Demokrat, Morten Proshansen, S.H., M.H., membenarkan adanya pemberhentian tiga orang security PT. Berkah Bumi Sawit (BBS). Dari jumlah tersebut, hanya satu orang yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya sekaligus berasal dari daerah pemilihannya (dapil), (29/08/2025).
Morten menyebut, pemberhentian security dilakukan tanpa melalui prosedur yang benar. Kasus itu bahkan sudah dilaporkannya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), serta disampaikan langsung dalam hearing bersama manajemen PT. BBS.
“Terkait pemberitaan security itu memang benar adanya. Dari tiga orang, hanya satu orang yang masih keluarga saya. Yang bersangkutan juga berasal dari dapil saya,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengaku pihak keluarga sudah menerima keputusan pemberhentian tersebut dengan pasrah. Hal itu membuat upaya tindak lanjut menjadi terbatas.
“Hal ini sudah saya laporkan ke Disnakertrans. Saat saya koordinasikan dengan pihak keluarga, mereka sudah pasrah atas pemberhentiannya. Karena tanggapan keluarga seperti itu, jadi kita juga tidak bisa berbuat banyak,” ungkap Morten.
Saat ditanya mengenai rencana kerja dan tindak lanjut (RKTL) DPRD pasca sidak dan hearing, Morten terkesan ragu-ragu. Ia menyatakan langkah konkret belum bisa ditentukan karena masih perlu dilakukan kajian lebih lanjut.
“Terkait langkah apa yang akan dilakukan setelah ini, kita belum tahu. Yang jelas masih perlu ditelaah,” ujarnya.
Sikap tersebut membuat Morten tampak tidak menguasai persoalan yang sedang ditangani. Jawaban yang terbata-bata bahkan mengesankan tidak adanya kerangka kerja jelas sebagai pedoman dalam kapasitasnya sebagai anggota legislatif.
Apabila sidak dan hearing yang digelar sebelumnya hanya sebatas “unjuk sikap” tanpa keputusan tegas, masyarakat menilai langkah tersebut berpotensi tidak menghasilkan solusi nyata. Terutama bagi masyarakat desa penyanggah yang terdampak langsung oleh kebijakan perusahaan. (Red)

