Pemkab Bengkulu Utara Mulai Sosialisasi Penyusunan KRB, Bupati Bengkulu Utara Minta Dukungan Penuh OPD

0
189

DP, Bengkulu Utara – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi tahap awal penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Common Center dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, Selasa (23/12/2025).

Sosialisasi ini menjadi langkah awal sebelum penyusunan KRB yang akan dipuncakkan pada tahun anggaran 2026. Melalui kegiatan tersebut, BPBD Bengkulu Utara mengharapkan dukungan material maupun immaterial dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.

Sambutan dan arahan Bupati Bengkulu Utara

BPBD Kabupaten Bengkulu Utara selaku leading sektor dalam kegiatan penyusunan Dokumen KRB ini nanti, mengharapkan dukungan penuh dari seluruh OPD terkait baik itu instansi vertikal maupun horizontal, kevalidan data dari setiap OPD sangat dibutuhkan demi kesempurnaan dokumen KRB ini nantinya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, Ir. Suharto Handayani, melalui Kepala Bidang Pencegahan Bastian, S.Sos., menjelaskan bahwa penyusunan Kajian Risiko Bencana secara penuh akan dilaksanakan pada tahun 2026 mendatang.

Sosialisasi hari ini merupakan tahap awal. Klimaks kegiatan penyusunan KRB akan dilaksanakan pada tahun 2026. Saat ini kami meminta dukungan dari seluruh stakeholder agar kegiatan ini nantinya mendapatkan dukungan material dan immaterial,” ujar Bastian selaku Kepala Bidang sekaligus penanggung jawab kegiatan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Bengkulu Utara Ari Septiadinata, S.E., M.AP., secara langsung meminta seluruh kepala OPD dan camat yang hadir untuk memberikan dukungan penuh terhadap penyusunan Kajian Risiko Bencana.

Kepada seluruh peserta rapat, khususnya para camat, saya minta agar memberikan dukungan maksimal. Sampaikan potensi bencana yang ada di wilayah kerja masing-masing, sehingga penyusunan Kajian Risiko Bencana dapat berjalan optimal,” tegas Bupati.

Bupati juga menambahkan bahwa paradigma penanggulangan bencana saat ini telah berubah, dari yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi preventif.

Kalau dulu bencana terjadi baru ditangani, sekarang kita susun kajiannya terlebih dahulu. Dengan kajian ini, kita bisa mengantisipasi potensi bencana jauh sebelum terjadi. Apalagi pemerintah pusat saat ini sangat mendukung program antisipasi dan penanggulangan bencana. Karena itu, data menjadi kunci. Sekali lagi saya minta para camat mengerahkan jajarannya secara maksimal,” pungkasnya.

Usai memberikan sambutan dan arahan, Bupati Bengkulu Utara secara resmi membuka kegiatan sosialisasi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

(Redaksi)

Artikulli paraprakPerintah “Beresi SPJ” Mengemuka di Sidang Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Bengkulu Utara
Artikulli tjetërRangkap Jabatan dan Dua Gaji Bayangi Pelantikan PPPK Paruh Waktu Bengkulu Utara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini