DP, Kerkap – Pemerintah Desa Magelang, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu menggelar rembuk stunting di aula pertemuan desa. Kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah desa dalam menekan angka stunting melalui perumusan strategi bersama. Jum’at, 13/09/2025.

Kepala Desa Magelang, M. Solikin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya rembuk stunting sebagai forum koordinasi.
“Melalui rembuk stunting dengan melibatkan pihak terkait, kita mendukung program pemerintah pusat hingga ke daerah dalam upaya menekan angka stunting. Dari rembuk ini kita bisa merumuskan strategi bersama untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya.
Acara rembuk stunting ini turut dihadiri perwakilan Koramil, Polsek, pihak kecamatan, serta lembaga desa. Kehadiran lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan dan penanganan stunting di Desa Magelang.
Sebagai informasi, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki postur tubuh lebih pendek dari anak seusianya, tetapi juga berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif.
Pemerintah pusat menargetkan angka stunting turun menjadi 14% pada tahun 2024 melalui berbagai program intervensi, mulai dari perbaikan gizi, layanan kesehatan ibu dan anak, hingga peningkatan sanitasi. Rembuk stunting di tingkat desa menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pencapaian target tersebut. (Red)

