Pernyataan “30 LSM dan Wartawan Tak Menulis Berita”, Kepala SDN 168 Bengkulu Utara Dikecam

0
460

DP, Bengkulu Utara – Pernyataan Kepala Sekolah SD Negeri 168 Bengkulu Utara yang menyebutkan bahwa lebih dari 30 LSM dan wartawan pernah mendatanginya namun tidak satu pun menulis pemberitaan, menuai kecaman keras. Kecaman tersebut datang dari Ketua Aliansi LSM Bengkulu Utara serta Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan dan Pemberantasan Korupsi (LP3K), Selasa (10/12/2025).

Pernyataan menohok tersebut dinilai mencederai marwah lembaga swadaya masyarakat dan insan pers. Para aktivis senior menegaskan tidak akan tinggal diam, terlebih muncul indikasi ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana revitalisasi sekolah yang semestinya dijalankan secara terbuka dan akuntabel.

Pasca mencuatnya pernyataan Kepala Sekolah yang mengklaim “lebih dari 30 LSM dan wartawan datang namun tidak ada satu pun yang memberitakan”, Sukardi, S.Sos., Ketua Aliansi LSM Bengkulu Utara, langsung menginstruksikan seluruh anggota organisasinya untuk bersiaga dan menggelar rapat internal.

Untuk seluruh rekan-rekan, terkait pemberitaan ini agar segera running. Apapun hasilnya nanti akan kita bahas dan diskusikan di kantor aliansi,” ujar Sukardi, S.Sos.

Tak hanya itu, Ketua LP3K, Apriansyah, S.Sos., juga bereaksi keras. Ia menilai pernyataan Kepala Sekolah tersebut sebagai bentuk pendiskreditan terhadap LSM dan mengindikasikan adanya persoalan serius dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah.

Ini persoalan yang sangat jelas. Saya mengikuti dan mengamati pola yang dijalankan Kepala Sekolah. Awalnya tidak ada papan informasi kegiatan revitalisasi. Kalau tidak ada niat menyimpang, mengapa sejak awal tidak dipasang papan informasi? Sekarang ditambah lagi pernyataan yang menyebut puluhan LSM dan wartawan datang tanpa pemberitaan. Saya tegaskan, LP3K tidak akan tinggal diam,” kata Apriansyah yang dikenal tegas.

Sementara itu, Sukan selaku Kepala SD Negeri 168 Bengkulu Utara memilih bungkam. Bahkan, pernyataan kontroversial tersebut dikabarkan telah dihapus dari percakapan. Sikap ini dinilai sejumlah pihak sebagai bentuk pengakuan bahwa pernyataan yang disampaikan sebelumnya tidak memiliki dasar yang kuat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah belum memberikan klarifikasi resmi terkait polemik yang berkembang. (Red)

Artikulli paraprakSektor HOREKA Diminta Tingkatkan Pengelolaan Sampah
Artikulli tjetërMaterial Dikurangi, HOK Disiasati? Ketua Kelompok Oplah Taba Baru Belum Beri Klarifikasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini