DP, Bengkulu Utara – Skandal dugaan SPPD fiktif di lingkungan Sekretariat DPRD Bengkulu Utara, menguak dan menyeret berbagai nama. Hingga kini, Konseptor penyusunan Surat Perintah Tugas (SPT) masih melenggang tertawa. Seolah kesalahannya cukup dengan bermain mata. (13/05/2025).
Tanpa peran seorang Dalang, suatu hal mustahil inisiasi penggelembungan perjalanan dinas ini dapat berjalan mulus. Terlihat dari berbagai salinan dokumen terkait dugaan SPPD fiktif ini, ternyata bukan saja ganda. Malah justru terdeteksi tiket pesawat dinikmati oleh anggota keluarga oknum. Hal itu juga tuai komentar aktivis.
“Perintah tanpa ada konseptor tidak mungkin jalan,” tegas Deno Andeska Marlandone, Juru Bicara Komunitas Masyarakat untuk Anti Korupsi (KOMUNIKASI).
Beber Deno, para konseptor bukan sekadar pelengkap administrasi, tetapi merupakan aktor intelektual yang menyusun seluruh alur manipulasi. Mulai dari mendesain format SPT, mengarang narasi fiktif perjalanan dinas, hingga merapikan dokumen agar seolah-olah sah secara hukum. Kenyataannya, perjalanan dinas itu tidak pernah terjadi. Pada faktanya Perjalanan Dinas hanya akal-akalan belaka.
“Kalau yang nyusun SPT-nya aja aman, ini jadi pertanyaan besar. Jangan cuma menangkap pejabat teknis di lapangan. Seret konseptor SPT-nya. Pemberi Perintah, bahkan otak pelakunya sekaligus,” tegas Deno.
Sampai dengan saat ini, Kejari Bengkulu Utara baru menetapkan 2 tersangka. Sementara pemrakarsa skema yang disebut-sebut sebagai dalang intelektual belum menyentuh hukum. Bahkan beberapa di antaranya masih duduk manis di balik meja, seolah tak terjadi apa-apa.
Jika memang APH komit untuk mengungkap habis praktik korupsi SPPD fiktif di Bengkulu Utara, maka tidak boleh ada perlindungan terhadap para konseptor. Karena skema korupsi terencana dengan matang, sistematis serta masif, bukan terjadi secara kebetulan atau tiba-tiba.
“Sudah jelas, SPT itu merupakan pintu awal. Kalau pintunya saja palsu, apalagi isinya, Konseptor SPT wajib dijadikan tersangka!” Pinta Deno.
Sementara pihak Kejari melalui kasih Intel belum didapatkan informasi terbaru. Meskipun saat itu menyatakan sangat terbuka bagi siapapun, sepertinya omon-omon saja. Setelah diklarifikasi, ternyata nomor kontak yang diberikan, merupakan nomor lama dan sudah jarang dipakai. (Red)

