DP, Bengkulu Utara – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkulu Utara, H. Juwita Abadi, SP, turun langsung meninjau kondisi irigasi persawahan di Kelurahan Kemumu yang dilaporkan mengalami kerusakan serius dan membutuhkan penanganan segera. Senin (18/05/2026).
Saluran irigasi yang menjadi penunjang utama aktivitas pertanian masyarakat tersebut dinilai memiliki peran vital dalam mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Bengkulu Utara. Pasalnya, area persawahan di Kelurahan Kemumu merupakan salah satu sentra produksi padi yang menjadi andalan masyarakat setempat.
Kehadiran H. Juwita Abadi di tengah para petani disambut positif. Sosok yang telah puluhan tahun mengabdi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bidang pertanian dan peternakan itu dinilai memahami persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala Dinas didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas TPHP Samsul Bahrun, SP, Koordinator Penyuluh Kecamatan Arma Jaya Nunung, Ketua Gapoktan Tirta Kencana Ngadri, Ketua Poktan Tirta Agung Joko, serta Ketua Poktan Karya Baru I Suwarno.
Para pengurus kelompok tani kemudian memandu rombongan menuju titik saluran irigasi yang mengalami kerusakan parah. Di lokasi, terlihat kondisi saluran yang telah ambrol dan hanya ditahan menggunakan papan serta terpal agar aliran air tetap dapat mengairi sawah masyarakat.
“Ini pak Kadis lokasi yang kami maksud. Perkiraan kami ini tidak mampu bertahan hingga musim tanam berikutnya,” ujar Joko, Ketua Poktan Tirta Agung, sembari berharap pemerintah segera melakukan perbaikan.
Melihat langsung kondisi tersebut, H. Juwita Abadi meminta Kepala Bidang Sarana dan Prasarana segera berkoordinasi dengan konsultan perencanaan guna menghitung kebutuhan anggaran perbaikan.
“Mohon pak Kabid segera. Kalau tidak cepat ditangani dampaknya bisa fatal. Setelah ini ajak konsultan untuk menghitung kebutuhan biaya, syukur-syukur bisa kita perbaiki tahun ini,” tegas Juwita Abadi meminta jajarannya bergerak cepat.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Tirta Kencana, Ngadri, berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan penanganan terhadap titik-titik irigasi yang rawan rusak demi menjaga keberlangsungan produksi pertanian masyarakat. (Red)




