DP, Bengkulu Utara – Minimnya informasi, masyarakat setempat akui tidak punya indikator dalam mengawasi pembangunan. Masyarakat setempat pun berpendapat pembangunan tanpa pengawasan akan berdampak buruk terhadap usia pakai bangunan itu sendiri.
Pada Jum’at, (15/08/2025), salah seorang warga yang berdomisili di Desa Batu Raja R, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, menyampaikan bahwa perbaikan jalan yang dilalui hampir setiap hari tersebut tidak secara transparan.
Melalui sambungan telepon seluler, warga tersebut minta awak media mempertanyakan kelengkapan papan informasi pada Direksi Keet kepada pelaksana.
“Kamu selaku awak media, tolong kamu pantau pembangunan jalan kami. Karena membangun jalan tidaklah mudah, ini syukur sekali bapak Bupati sudah menganggarkan. Artinya Bupati sudah mendengar usulan-usulan masyarakat. Kalau bukan beliau, jalan tersebut belum tentu dibangun tahun ini, untuk itu saya minta supaya kita sama-mengawasi agar jalan tersebut bisa bertahan lama, minimal dalam lima tahun belum rusak.” Pinta warga kepada awak media.
Setelah awak media melakukan peninjauan ke lokasi, ternyata benar adanya. Yang mana ditemukan bahwa, pada kantor lapangan atau Direksi Keet hanya terpampang spanduk Kesehatan Keselamatan kerja (K3). Sedangkan untuk informasi mengenai spesifikasi pekerjaan atau gambar tidak tersedia sama sekali. Sangat wajar bila ada warga yang menginformasikan bahwa pekerjaan tersebut kurang transparan.
Setelah mendapatkan fakta yang demikian, awak media mencoba mewawancarai Konsultan Pengawas, karena seyogyanya konsultan pengawas lah yang mempertanyakan hal tersebut kepada pihak pelaksana. Tentunya pihak pelaksana memiliki alasan kenapa papan informasi mengenai gambar dan sebagainya tidak dipasang pada Direksi Keet.
Konsultan pengawas adalah pihak yang juga dibiayai oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melalui APBD, keberadaan Konsultan Pengawas untuk memastikan agar pihak pelaksana pekerjaan benar-benar melaksanakan pekerjaan sesuai kontak kerja. Kelalaian pihak konsultan pengawas juga akan menjadi bahan evaluasi bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK).
Saat dibincangi oleh awak media, saudara Toni selaku Konsultan Pengawas proyek tersebut mengakui bahwa, seharusnya informasi mengenai rencana kerja dipajangkan pada Direksi Keet, namun dikarenakan gambar yang dimaksud masih berada di Bengkulu, sehingga belum dapat dipasangkan pada tempat seharusnya dipasangkan.
“Terimakasih sudah turut mengawasi, untuk gambar memang belum dipasangkan. Kebetulan kemaren gambarnya masih tertinggal di Bengkulu, makanya belum dipasang. Besok gambar tersebut akan dipasangkan pak.” Jawab Toni selaku Konsultan Pengawas.
Kemudian, saat awak media menanyakan apakah dalam pada rencana kerja tidak terdapat pemasangan batu underlay pada titik-titik lokasi rawan dan becek serta berlumpur, Toni selaku Konsultan Pengawas mengatakan sudah menyarankan agar dilakukan pembongkaran agregat dan dipasangkan underlay.

“Untuk kondisi yang seperti ini, saya sudah melaporkan dan akan dilakukan pembongkaran untuk dipasangkan underlay. Kalau tidak demikian, berapapun yang tuangkan material akan terendam pak. Sementara belum bisa lakukan karena jalan tersebut masih dilewati truck pengangkut material.” Ujar Toni selaku pengawas.
Perbaikan jalan menuju obyek wisata Lemo Nakai Desa Batu Raja R, dialokasikan sebesar 1, 49 miliar. Jika merujuk pada papan merk proyek, belum diketahuinya Tinggi, Panjang dan Lebar jalan tersebut . Sehingga belum diketahui volume bangunannya, sedangkan pada umumnya, angka pada papan merk merupakan angka akumulasi dari seluruh rangkaian pekerjaan. (Red)

