13 C
New York
Jumat, Oktober 30, 2026

Buy now

Beranda ADVERTORIAL Bangun Kesadaran Kolektif Mitigasi Bencana, Pemkab Bengkulu Utara Edukasi Warga Air Besi

Bangun Kesadaran Kolektif Mitigasi Bencana, Pemkab Bengkulu Utara Edukasi Warga Air Besi

55

DP, Bengkulu Utara – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana yang dilaksanakan di Desa Talang Lembak, Kecamatan Air Besi, Rabu (28/10/2026).

Mengusung tema “Bangun Kesadaran Kolektif dan Aksi Nyata Mitigasi di Lingkungan Kita”, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali potensi ancaman bencana, memahami langkah-langkah pencegahan, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Kecamatan Air Besi menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian dalam upaya pengurangan risiko bencana, mengingat adanya riwayat kejadian banjir yang berulang di kawasan tersebut. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan desa menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Camat Air Besi yang mewakili Camat Air Besi. Pelatihan ini diikuti perwakilan dari delapan desa, yakni Desa Penyangkak, Kota Agung, Talang Lembak, Talang Renah, Tanjung Genting, Genting Perangkap, Sungai Pura, dan Dusun Curup.

Peserta terdiri atas unsur pemerintah desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta unsur kelembagaan lainnya di masing-masing desa.

Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut diharapkan mampu memperluas penyebaran informasi kebencanaan hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan tempat tinggal, sehingga pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Syafrial Oswari Sampaikan Proses Penyusunan Dokumen KRB

Dalam sambutannya, Syafrial Oswari, S.H., Sekretaris BPBD Kabupaten Bengkulu Utara mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD, menyampaikan informasi mengenai proses penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Bengkulu Utara.

Dokumen KRB tersebut disiapkan sebagai salah satu landasan penting dalam perencanaan penanggulangan bencana di daerah. Melalui kajian risiko, pemerintah daerah diharapkan memiliki gambaran yang lebih terarah mengenai potensi ancaman bencana, tingkat kerentanan, serta kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai risiko kebencanaan.

Dokumen tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah, termasuk perencanaan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), agar aspek pengurangan risiko bencana turut diperhatikan dalam proses pembangunan.

Dengan perencanaan yang mempertimbangkan risiko bencana, langkah pencegahan dan penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan, sekaligus mendukung perlindungan keselamatan masyarakat.

BPBD Berikan Edukasi Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir

Materi pelatihan disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, Bastian, S.Sos., bersama Analis Kebencanaan. Pembahasan difokuskan pada kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, terutama mengenai pentingnya mengenali ancaman dan melakukan persiapan sebelum bencana terjadi.

Peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah banjir, termasuk memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, memantau informasi cuaca, serta mengikuti peringatan resmi dari pihak berwenang.

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir juga perlu mengetahui jalur evakuasi, menentukan lokasi aman, dan menyiapkan perlengkapan darurat yang mudah dibawa apabila harus meninggalkan rumah.

Dokumen penting, obat-obatan, alat penerangan, air minum, serta kebutuhan dasar lainnya sebaiknya dipersiapkan sejak dini. Ketika peringatan evakuasi disampaikan, warga diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak mengambil risiko dengan menerobos arus banjir yang dapat membahayakan keselamatan.

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa kesiapsiagaan bukan hanya diperlukan ketika bencana terjadi, tetapi harus dibangun melalui kebiasaan waspada dan persiapan yang dilakukan sejak awal.

PMI Bengkulu Utara Gelar Simulasi Evakuasi dan Pertolongan Pertama

Selain materi teori dari BPBD, peserta juga memperoleh pembekalan praktik dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bengkulu Utara melalui simulasi evakuasi dan pertolongan pertama pada korban bencana.

Simulasi tersebut memberikan pemahaman mengenai prosedur dasar evakuasi, pentingnya koordinasi dalam situasi darurat, serta langkah awal untuk membantu korban dengan tetap mengutamakan keselamatan penolong dan orang yang ditolong.

Dalam kondisi bencana, masyarakat perlu mengetahui kapan dapat memberikan pertolongan awal dan kapan harus segera meminta bantuan petugas atau tenaga medis. Tindakan penyelamatan juga harus memperhatikan kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan korban tambahan.

Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan respons awal secara tepat sambil menunggu bantuan lanjutan dari pihak terkait.

Bangun Ketangguhan Desa Melalui Peran Aktif Masyarakat

Pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana ini menegaskan bahwa upaya mengurangi risiko bencana membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada petugas penanggulangan bencana, tetapi juga pada kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan masing-masing.

Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, mengenali wilayah yang berpotensi tergenang, serta menyepakati jalur dan titik evakuasi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan di tingkat desa.

Pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan tokoh perempuan juga diharapkan berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi kebencanaan serta membantu memastikan warga yang membutuhkan pendampingan dapat memperoleh bantuan ketika proses evakuasi berlangsung.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lain yang membutuhkan bantuan tambahan agar perencanaan evakuasi dapat menjangkau seluruh warga.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di desa masing-masing. Dengan demikian, manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga dapat memperkuat kesadaran kolektif di lingkungan yang lebih luas.

Semangat “Bangun Kesadaran Kolektif dan Aksi Nyata Mitigasi di Lingkungan Kita” menjadi pengingat bahwa upaya menghadapi bencana harus dimulai sebelum keadaan darurat terjadi.

Dengan pengetahuan yang memadai, koordinasi yang baik, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, upaya mewujudkan masyarakat Bengkulu Utara yang tangguh terhadap bencana diharapkan dapat terus diperkuat demi melindungi keselamatan warga serta meminimalkan dampak bencana. (Adv)

Artikulli paraprakBupati Bengkulu Utara Terbitkan Surat Edaran Pengurangan Plastik Sekali Pakai, Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Artikulli tjetërBPBD Bengkulu Utara Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana di Air Besi, Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Banjir