13 C
New York
Jumat, Oktober 30, 2026

Buy now

Beranda ADVERTORIAL BPBD Bengkulu Utara Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana di Air Besi, Tingkatkan Kesiapsiagaan...

BPBD Bengkulu Utara Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana di Air Besi, Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Banjir

40

DP, Bengkulu Utara – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara menggelar kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Kecamatan Air Besi.

Mengusung tema “Bangun Kesadaran Kolektif dan Aksi Nyata Mitigasi di Lingkungan Kita”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu mengenali potensi bencana, memahami langkah-langkah penyelamatan, serta melakukan tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Pelatihan kali ini dipusatkan di Desa Talang Pungguk dengan melibatkan peserta dari tujuh desa, yaitu Desa Tanjung Karet, Karet, Talang Baru Ginting, Talang Ginting, Kertapati, Talang Pungguk, Lubuk Balam, dan Retes.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Desa Talang Lembak, Kecamatan Air Besi, dengan peserta yang berasal dari delapan desa. Pelaksanaan pelatihan di dua lokasi berbeda tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kebencanaan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih siap menghadapi risiko bencana.

Kegiatan di Desa Talang Pungguk dibuka oleh Syafrial Oswari, S.H. Sekretaris BPBD, mewakili (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Utara.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi dari narasumber BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, yakni Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bastian, S.Sos., bersama Analis Kebencanaan.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir, mulai dari mengenali potensi ancaman hingga memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Pemahaman tersebut sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan potensi banjir. Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan, mempersiapkan kebutuhan darurat, serta melakukan evakuasi secara tepat apabila kondisi mengharuskan untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Selain materi dari BPBD, pelatihan juga menghadirkan narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bengkulu Utara. Materi yang diberikan meliputi simulasi evakuasi dan pertolongan pertama pada korban bencana.

Melalui simulasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya prosedur evakuasi yang aman serta langkah awal dalam membantu korban terdampak bencana. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk memberikan respons awal secara tepat sembari menunggu bantuan dari petugas terkait.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, meliputi perwakilan pemerintah desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta unsur kelembagaan lainnya di masing-masing desa.

Pelibatan berbagai elemen masyarakat ini merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif. Sebab, penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh lapisan masyarakat.

Kecamatan Air Besi menjadi salah satu wilayah yang perlu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi banjir karena sejumlah wilayahnya kerap mengalami ancaman bencana tersebut.

Kondisi ini menjadikan edukasi kebencanaan sebagai kebutuhan penting agar masyarakat tidak hanya memahami risiko, tetapi juga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi.

Dalam kehidupan sehari-hari, upaya mitigasi dapat dimulai melalui langkah sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan saluran drainase, tidak membuang sampah ke sungai, mengenali jalur evakuasi, menyiapkan perlengkapan darurat, serta memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca dan potensi banjir.

Masyarakat juga perlu membangun komunikasi dan koordinasi di lingkungan masing-masing, khususnya untuk membantu kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan warga yang membutuhkan bantuan ketika proses evakuasi berlangsung.

Melalui kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana ini, BPBD Kabupaten Bengkulu Utara mendorong agar pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat di desa masing-masing.

Dengan meningkatnya pemahaman mengenai risiko bencana, keterampilan evakuasi, serta kemampuan memberikan pertolongan pertama, diharapkan masyarakat semakin siap menghadapi kemungkinan terjadinya banjir.

Semangat “Bangun Kesadaran Kolektif dan Aksi Nyata Mitigasi di Lingkungan Kita” menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini. Melalui sinergi pemerintah, lembaga desa, dan masyarakat, upaya mengurangi risiko bencana dapat dilakukan secara berkelanjutan demi melindungi keselamatan jiwa dan menciptakan masyarakat Bengkulu Utara yang lebih tangguh menghadapi bencana. (Adv)

Artikulli paraprakBangun Kesadaran Kolektif Mitigasi Bencana, Pemkab Bengkulu Utara Edukasi Warga Air Besi