DP, Bengkulu Utara – Ketua DPRD Bengkulu Utara, Parmin, S.IP, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada awal tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Parmin pada Jumat (2/1/2026). Ia menegaskan, langkah penyiagaan diperlukan guna mengantisipasi risiko banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkulu Utara dalam beberapa hari ke depan.
Menurut Parmin, penyiagaan di setiap wilayah harus dibarengi dengan memastikan kesiapan peralatan, fasilitas, dan petugas agar dapat bekerja secara optimal saat dibutuhkan.
Dengan kesiapan tersebut, upaya pencegahan dan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efisien.
“Petugas-petugasnya harus siaga dan sigap,” ujar Parmin.
Ia juga menekankan agar tim yang bertugas selalu standby dan melakukan pengecekan secara berkala di kawasan rawan bencana.
“Tim harus rutin mengecek wilayah rawan, jangan sampai ada kendala saat kondisi darurat,” tegasnya.
Selain itu, Parmin meminta dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap desa-desa yang berada di daerah aliran sungai (DAS). Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir dan longsor, sehingga memerlukan pengawasan ekstra.
“Harus dicek antisipasinya seperti apa, karena sangat berbahaya jika banjir atau longsor datang secara mendadak,” katanya.
Meski demikian, Parmin mengapresiasi langkah Pemkab Bengkulu Utara yang telah melakukan berbagai upaya antisipasi, salah satunya dengan menyiagakan peralatan dan petugas di sejumlah titik strategis.
Ia berharap seluruh tim dapat bekerja secara optimal sesuai dengan instruksi Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata. Menurutnya, keseimbangan antara jumlah personel dan kesiapan peralatan menjadi kunci dalam meminimalkan dampak cuaca ekstrem.
“Petugas harus standby, alat-alat harus siap siaga. Semoga ini semua sudah menjadi perhatian serius Pak Bupati Bengkulu Utara,” ujarnya.
Parmin juga mengingatkan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus berperan aktif dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam. Pemerintah daerah, katanya, tidak bisa bekerja sendiri dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana.(Red)

