DP, Bengkulu Utara – Menyikapi kegaduhan yang terjadi di media sosial dalam beberapa waktu terakhir, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ratu Samban (UNRAS) menggelar konferensi pers didampingi oleh pembina organisasi, Yoki Ramadhan. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu ruang pertemuan kampus UNRAS, Senin (06/04/2026).
Dalam konferensi pers tersebut, BEM UNRAS menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga integritas organisasi serta menjalankan peran sebagai wadah aspirasi mahasiswa secara bertanggung jawab dan beretika.
Presiden BEM UNRAS bersama jajaran kabinetnya menyampaikan bahwa organisasi yang mereka jalankan berdiri di atas prinsip integritas, keadilan, dan tanggung jawab. Mereka juga menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan organisasi yang dapat mencederai marwah kelembagaan mahasiswa.
Sebagai bagian dari klarifikasi resmi, BEM UNRAS turut menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara atas kegaduhan yang sempat terjadi. Mereka menilai situasi tersebut dipicu oleh kesalahpahaman yang melibatkan oknum tertentu sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.
“Selama ini kami selalu mengedepankan komunikasi yang konstruktif, beretika, serta dialog dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa. BEM adalah organisasi, sehingga setiap keputusan diambil melalui proses komunikasi dan koordinasi bersama, bukan tindakan sepihak,” tegas perwakilan BEM UNRAS.
Selain itu, BEM UNRAS juga memberikan klarifikasi terkait individu bernama Febrian. Dalam pernyataan resminya, ditegaskan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan Presiden BEM UNRAS maupun bagian dari anggota BEM UNRAS saat ini.
Dengan demikian, segala bentuk pernyataan atau tindakan yang mengatasnamakan BEM UNRAS oleh individu tersebut dinyatakan tidak memiliki kaitan dengan organisasi dan bukan menjadi tanggung jawab BEM UNRAS.
BEM UNRAS juga mengecam keras segala bentuk tindakan provokatif serta pencatutan nama organisasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, terutama yang mengarah pada rencana aksi tanpa melalui koordinasi resmi. Menurut mereka, tindakan semacam itu berpotensi menimbulkan keresahan publik serta merusak nama baik organisasi mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, BEM UNRAS juga mengumumkan keputusan penting terkait keanggotaan organisasi tingkat nasional. Mereka menyatakan secara resmi mundur dari keanggotaan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI).
Keputusan tersebut, menurut BEM UNRAS, telah melalui pertimbangan yang matang demi menjaga independensi dan integritas organisasi, sekaligus menghindari potensi kesalahpahaman yang dapat merugikan berbagai pihak.
Pembina BEM UNRAS, Yoki Ramadhan, berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
“Kami berharap dengan adanya klarifikasi resmi ini tidak terjadi lagi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Kami juga mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusivitas serta mengedepankan dialog yang sehat dan solutif,” tutupnya. (Red)

