DP, Bengkulu Utara – Desa Talang Pungguk, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara, bersiap menjadi titik temu adrenalin dan persaudaraan. Panitia pelaksana motor adventure Latihan Bersama (Latber) LEMOT T-PAR 2026 terus mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan pada 18 April 2026.
Kegiatan yang digagas komunitas LEMOT (Lelaki Menolak Tua) T-PAR (Talang Pungguk Adventure) ini dirancang bukan sekadar ajang gas bareng, melainkan sebagai ruang konsolidasi para pencinta trail adventure untuk menyalurkan hobi, menguji nyali, sekaligus mempererat solidaritas antar komunitas.
Pemantapan persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan lintasan, teknis pelaksanaan, hingga aspek keselamatan peserta. Seluruh bidang kepanitiaan bergerak dalam satu komando demi memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan berkesan.
“Latber ini kami siapkan dengan serius. Bukan hanya soal jalur dan tantangan, tetapi juga keselamatan serta kenyamanan peserta. Kami ingin semua pulang dengan cerita, bukan cedera,” ujar Mus Tubles selaku Ketua Panitia Latber LEMOT T-PAR.
Berlokasi di kawasan yang dikenal memiliki karakter lintasan menantang, Latber LEMOT T-PAR 2026 diharapkan mampu menghadirkan sensasi petualangan yang utuh. Mulai dari tanjakan ekstrem, jalur berlumpur, lintasan alam terbuka, hingga tantangan khas trail yang menguji fisik dan mental para rider.
Lebih dari sekadar uji adrenalin, panitia secara terbuka mengajak seluruh pencinta trail adventure—baik komunitas maupun rider independen—untuk ambil bagian. Tidak ada sekat usia maupun batas komunitas; yang ada hanyalah semangat kebersamaan di atas roda dua.
“Kami mengundang semua pencinta trail, dari yang muda hingga yang tetap ‘menolak tua’. Ini bukan soal siapa paling cepat atau paling ekstrem, tetapi tentang kebersamaan dan persaudaraan.” tambahnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, panitia optimistis Latber LEMOT T-PAR 2026 akan menjadi salah satu agenda motor adventure yang patut diperhitungkan di Bengkulu Utara—sebuah ajang yang menyatukan gas, nyali, dan solidaritas dalam satu lintasan petualangan.
“Satu trek, satu nyali, satu solidaritas.
Gas bareng, basah bareng, senyum bareng.”

