Program Ketahanan Pangan Desa Dusun Curup Dipertanyakan, Ayam Petelur dan Ikan Tak Berbekas

0
24

DP, Air Besi – Program Ketahanan Pangan Desa Dusun Curup, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, kembali menyita perhatian publik. Warga mempertanyakan keberadaan ayam petelur dan ikan yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa, yang hingga 30 Januari 2026 tidak lagi terlihat keberadaannya.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2025 terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) di Dusun Curup. Dalam LHP tersebut, Inspektorat menetapkan adanya kerugian negara (KN) yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Kini, desa tersebut kembali menjadi sorotan publik menyusul dugaan kegagalan program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2025 yang dikeluhkan oleh warga.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Selasa (28/1), tidak ditemukan keberadaan ayam petelur sebagaimana yang dilaporkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Di lokasi hanya tampak kandang ayam, sejumlah perabotan, serta sebuah gubuk yang tidak berpenghuni.

Salah seorang warga Dusun Curup yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa jumlah ayam petelur yang pernah ada hanya sekitar 25 ekor.

Kalau ayam petelur itu, beberapa waktu lalu yang ada sekitar 25 ekor saja, Mas. Selebihnya entah ke mana,” ujar warga tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa program ketahanan pangan di desanya mencakup ayam petelur dan ikan, namun saat ini keduanya sudah tidak terlihat lagi.

Setahu kami, ketahanan pangan desa itu ayam petelur dan ikan. Tapi kami tidak tahu lagi ke mana ayam dan ikan itu sekarang, karena sudah tidak terlihat lagi. Coba lihat sendiri, Pak, di belakang masjid sana,” terangnya.

Lebih lanjut, warga tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima informasi terkait pembagian hasil program ketahanan pangan kepada masyarakat.

Kalau memang dibagikan ke warga, saya tidak dapat informasinya, Pak. Saya sendiri warga Dusun Curup tidak pernah dapat bagian. Lebih jelasnya tanyakan saja ke pengurusnya, ke mana ayam petelur itu.” pungkasnya.

Sebagai informasi, tujuan utama program ketahanan pangan desa adalah mewujudkan desa yang mandiri dan berdaulat pangan, mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan, cukup, beragam, bergizi, aman, dan terjangkau dengan memanfaatkan potensi lokal. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, serta kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum berhasil mengonfirmasi pihak pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) untuk dimintai keterangan terkait pelaksanaan dan keberadaan program ketahanan pangan Desa Dusun Curup tersebut. (Red)

Artikulli paraprakWakil Gubernur Bengkulu Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, OPD Diminta Tinggalkan Ego Sektoral

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini