DP, Bengkulu Utara – Seorang oknum pengelola Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berinisial T, yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Anyar 2, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, diduga melakukan upaya suap terhadap sejumlah insan pers. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/2/2026).
Dilansir dari media tintarakyat.id, dugaan upaya suap ini bermula saat beberapa awak media melakukan peliputan terkait pemberitaan “Roti MBG Diduga Berjamur di SD IT Darul Fikri, Wali Murid Resah”, yang berlokasi di Desa Karang Anyar I, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara.
Dalam pemberitaan tersebut, disinyalir paket makanan Program MBG yang disalurkan ke SD IT Darul Fikri dalam kondisi berjamur dan tidak layak untuk dikonsumsi.
Sebelumnya, sejumlah wartawan telah melakukan konfirmasi langsung ke dapur MBG SPPG Karang Anyar 2 yang beralamat di Desa Karang Anyar II, Kecamatan Arga Makmur. Pihak dapur MBG dan SPPG saat itu mengakui adanya kelalaian dan menyampaikan akan melakukan evaluasi internal.
Namun setelah proses konfirmasi tersebut, oknum pengelola dapur MBG diduga mengajak insan pers untuk bertemu di salah satu kafe di Kota Arga Makmur. Dalam pertemuan itu, oknum tersebut diduga membicarakan upaya agar pemberitaan terkait roti MBG berjamur dapat dihentikan atau dihapus.
Oknum pengelola MBG Karang Anyar 2 tersebut secara langsung meminta agar insan pers melakukan take down terhadap berita berjudul “Roti MBG Diduga Berjamur di SD IT Darul Fikri, Wali Murid Resah”.
Atas permintaan tersebut, insan pers dengan tegas menolak segala bentuk upaya yang mengarah pada penghapusan berita maupun dugaan suap, serta menegaskan komitmen untuk tetap menjunjung tinggi independensi dan kode etik jurnalistik.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dugaan roti MBG berjamur di SD IT Darul Fikri telah menimbulkan keresahan di kalangan wali murid dan menjadi perhatian publik.
Diketahui, dapur MBG SPPG Karang Anyar 2 dikelola oleh Yayasan Mahira Salimah yang beralamat di Jalan Kinibalu, Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG maupun Yayasan Mahira Salimah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan upaya suap tersebut untuk kepentingan perimbangan pemberitaan.

