22.5 C
New York
Minggu, Agustus 30, 2026

Buy now

Beranda PENDIDIKAN KKN Persyarikatan Muhammadiyah 076 Kenalkan Azolla sebagai Bahan Pupuk Organik Cair kepada...

KKN Persyarikatan Muhammadiyah 076 Kenalkan Azolla sebagai Bahan Pupuk Organik Cair kepada KWT Kasihan 1

70

DP, Yogyakarta – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Persyarikatan Muhammadiyah 076 melalui program Tani Cerdas: Penguatan Kapasitas Kelompok Tani melalui Community Empowerment memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kasihan 1.

Kegiatan tersebut mengangkat pemanfaatan Azolla sebagai bahan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, demonstrasi, hingga praktik langsung pembuatan POC berbasis Azolla.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta terlebih dahulu diperkenalkan dengan karakteristik serta potensi Azolla sebagai bahan organik. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pengolahan Azolla untuk dijadikan bahan POC.

Azolla yang digunakan terlebih dahulu dicuci, kemudian dicacah atau diremas. Bahan tersebut selanjutnya dicampurkan dengan air, EM4, serta molases atau gula merah.

Campuran kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup untuk menjalani proses fermentasi selama kurang lebih 7–14 hari dan ditempatkan di lokasi yang teduh.

Menurut mahasiswa yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Persyarikatan Muhammadiyah 076, Faizah Rizky Nabilah bersama Arifian Dwi Nugroho sebagai penanggungjawab kegiatan, pemilihan Azolla sebagai bahan POC didasarkan pada upaya mahasiswa untuk memperkenalkan alternatif pemanfaatan sumber daya yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.

Kami ingin memberikan pengetahuan yang tidak hanya bersifat teori, tetapi juga bisa langsung dipraktikkan oleh anggota KWT. Azolla kami pilih karena memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan organik dan proses pengolahannya relatif sederhana,” ujar Faizah Rizky Nabilah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong anggota KWT untuk tidak hanya memahami proses pembuatan POC, tetapi juga mampu mengembangkan dan memanfaatkannya secara mandiri dalam kegiatan pertanian.

Harapannya, setelah kegiatan ini selesai, ibu-ibu KWT bisa mencoba membuat POC secara mandiri dan terus mengembangkan pemanfaatan bahan-bahan yang ada di sekitar. Jadi, pengetahuan yang diberikan bisa benar-benar diterapkan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Program Tani Cerdas dilaksanakan berdasarkan hasil identifikasi awal mahasiswa terhadap kondisi KWT Kasihan 1. Sejumlah anggota KWT diketahui telah memiliki pengalaman dalam kegiatan pertanian serta mengenal penggunaan bahan organik, seperti pupuk kandang.

Namun, pemanfaatan pupuk organik di kalangan anggota KWT belum dilakukan secara seragam dan berkelanjutan. Selain itu, sejumlah inovasi pertanian yang sebelumnya diperkenalkan dinilai masih memiliki kendala penerapan karena membutuhkan bahan maupun sarana tertentu.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa KKN untuk memperkenalkan inovasi yang lebih dekat dengan potensi lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan Azolla sebagai bahan dasar pembuatan POC.

Dari total 20 anggota KWT Kasihan 1, sebanyak 17 orang atau sekitar 85 persen mengikuti kegiatan penyuluhan dan praktik tersebut.

Usai kegiatan, mahasiswa melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengetahui tingkat pemahaman serta respons peserta terhadap materi yang diberikan.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai Azolla. Sebelum penyuluhan, sebagian peserta belum mengenal tanaman tersebut atau hanya mengetahuinya sebagai tanaman air.

Setelah mengikuti penyuluhan dan praktik, peserta mulai mampu mengenali Azolla, memahami potensinya sebagai bahan pupuk organik, serta menjelaskan kembali tahapan dasar pembuatan POC.

Antusiasme peserta juga terlihat dari ketertarikan untuk mencoba membuat POC secara mandiri. Peserta menilai proses pembuatan relatif mudah dipahami setelah mendapatkan penjelasan dan melihat demonstrasi secara langsung.

Salah seorang anggota KWT Kasihan 1, Ibu Darsih, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut.

Menurutnya, penyuluhan pertanian yang pernah diikutinya terkadang sulit diterapkan karena membutuhkan bahan dan proses yang cukup rumit.

Yang ini lebih mudah dipahami dan dipraktikkan. Bahan dan alat yang digunakan juga relatif mudah ditemukan di sekitar,” ujar Darsih.

Ia menilai praktik secara langsung membantu peserta memahami setiap tahapan pembuatan POC berbasis Azolla. Pengetahuan tersebut dinilai berpeluang diterapkan secara mandiri dalam kegiatan pertanian sehari-hari.

Mahasiswa KKN Persyarikatan Muhammadiyah 076 berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat dikembangkan menjadi praktik yang berkelanjutan di lingkungan KWT Kasihan 1.

Untuk menjaga keberlanjutan program, diperlukan pendampingan teknis lanjutan, penyediaan bibit Azolla, uji coba POC pada lahan anggota KWT, serta evaluasi terhadap respons tanaman setelah penggunaan pupuk.

Program Tani Cerdas menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas kelompok tani dan pemanfaatan potensi lokal. Melalui pendekatan praktik langsung, masyarakat diharapkan semakin memiliki kemampuan untuk mengembangkan inovasi pertanian secara mandiri dan berkelanjutan. (Red)

Artikulli paraprakKKN PMU 076 UMY Kembangkan “PRM Smart Web”, Dorong Digitalisasi Informasi dan Administrasi PRM Ngentakrejo