20.6 C
New York
Rabu, September 2, 2026

Buy now

Beranda PENDIDIKAN Biaya Seragam MAN 2 Kota Bengkulu Tembus Rp4 Juta, Dugaan Penggiringan Penyedia...

Biaya Seragam MAN 2 Kota Bengkulu Tembus Rp4 Juta, Dugaan Penggiringan Penyedia Dipertanyakan

13

DP, Kota Bengkulu – Mahalnya biaya seragam siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bengkulu kembali menjadi sorotan. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan nilai pengadaan yang disebut mencapai sekitar 4 juta per siswa, tetapi juga dugaan adanya penggiringan wali murid untuk memesan seragam pada penyedia tertentu.

Informasi tersebut disampaikan salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengaku keberatan dengan besarnya biaya seragam, terlebih bagi orang tua siswa yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke bawah.

Menurutnya, sebagai orang tua siswa, dirinya memilih mengikuti ketentuan yang diarahkan pihak sekolah karena khawatir penolakan terhadap pemesanan seragam di tempat yang disarankan justru berdampak terhadap anaknya.

Namanya orang tua tentu kami juga hanya bisa mengikuti, baik itu harga ataupun tempat memesan seragam. Kami juga tidak ingin ada buntutnya sehingga dapat memengaruhi anak kami,” ujarnya.

Ia mengaku tidak berani menyimpulkan adanya kerja sama atau kongkalikong antara pihak sekolah dengan penyedia seragam. Namun, menurutnya, dugaan tersebut dapat diuji dengan menelusuri jumlah pesanan yang diterima penyedia dari siswa MAN 2 Kota Bengkulu.

Kalau memang ingin mencari koherensi, menurut saya tidak sulit. Bisa ditanyakan berapa banyak pesanan seragam siswa MAN 2 yang diterima oleh penyedia tersebut, penyedia  seragam sekolah banyak, enggak mungkin pemesanan terputus sedang wali murid masing-masing punya kolega.” katanya.

Ia juga mendorong adanya penelusuran langsung terhadap wali murid untuk mengetahui apakah seluruh siswa benar-benar memesan seragam dari penyedia yang sama.

Simpel kalau memang mau diselidiki. Saya rasa tidak susah menemukan faktanya. Data siswa bisa diverifikasi, kemudian orang tua diwawancarai secara detail. Pasti akan terlihat sebenarnya bagaimana proses pemesanannya,” lanjutnya.

Menurut dia, kondisi ekonomi wali murid tentunya berbeda-beda. Karena itu, harga seragam yang mencapai jutaan rupiah dinilai cukup membebani sebagian keluarga.

Orang tua siswa tentu berbeda-beda tingkat ekonominya. Yang menengah ke bawah pasti berat dengan harga tersebut,” ungkapnya.

Ia berharap pihak sekolah membuka ruang bagi media untuk melakukan klarifikasi dan mencari informasi secara berimbang.

Pihak sekolah saya rasa tidak keberatan memberikan ruang bagi awak media untuk mencari kebenaran atas informasi ini. Kalau memang tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, apa salahnya memberikan ruang untuk melakukan konfirmasi?” ujarnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala MAN 2 Kota Bengkulu terkait mahalnya biaya seragam serta dugaan adanya pengarahan terhadap penyedia tertentu belum memperoleh penjelasan substantif.

Sikap tersebut menjadi perhatian karena informasi yang beredar menyangkut pengadaan atau pemesanan seragam yang melibatkan wali murid dan siswa.

Dalam konteks pelayanan publik, keterbukaan informasi menjadi penting agar setiap dugaan dapat diklarifikasi secara proporsional dan tidak berkembang menjadi asumsi di tengah masyarakat.

Media ini tetap membuka ruang bagi Kepala MAN 2 Kota Bengkulu maupun pihak terkait untuk memberikan hak jawab, klarifikasi, serta menjelaskan secara rinci mekanisme penentuan jenis, harga, hingga penyedia seragam siswa.

Jika hingga tahap berikutnya belum terdapat penjelasan dari pihak madrasah, konfirmasi akan dilanjutkan kepada Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu selaku instansi yang membawahi madrasah tersebut.

Terlebih, informasi mengenai adanya rencana penyegaran atau evaluasi kepala madrasah juga menjadi momentum untuk melihat berbagai aspek pengelolaan madrasah, termasuk transparansi, pelayanan kepada wali murid, serta kebijakan yang berkaitan dengan pembiayaan peserta didik. (Red)

Artikulli paraprakProgram “Bantu Rakyat” Gencar Disuarakan, Petani Pematang Balam Masih Andalkan Irigasi Papan dan Terpal