22.7 C
New York
Selasa, September 1, 2026

Buy now

Beranda PERTANIAN Program “Bantu Rakyat” Gencar Disuarakan, Petani Pematang Balam Masih Andalkan Irigasi Papan...

Program “Bantu Rakyat” Gencar Disuarakan, Petani Pematang Balam Masih Andalkan Irigasi Papan dan Terpal

41

DP, Bengkulu Utara – Di tengah gencarnya program “Bantu Rakyat” yang digaungkan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, persoalan irigasi persawahan masih menjadi keluhan sejumlah petani di Desa Pematang Balam, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara.

Dok. Poktan Tanjung Harapan

Pasalnya, irigasi yang menjadi salah satu penopang utama aktivitas pertanian masyarakat tersebut hingga kini belum kunjung diperbaiki, meski sebelumnya telah dilakukan survei oleh tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi.

Dok. Poktan Tanjung Harapan

Kondisi tersebut membuat para petani terpaksa kembali mengandalkan gotong royong untuk memperbaiki saluran irigasi secara swadaya. Bahkan, perbaikan dilakukan menggunakan papan dan terpal agar aliran air tetap dapat mengairi areal persawahan.

Dok. Poktan Tanjung Harapan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Desa Pematang Balam merupakan salah satu desa dengan wilayah cukup luas dan jumlah penduduk yang tergolong banyak. Dalam kontestasi Pilkada sebelumnya, jumlah daftar pemilih di desa tersebut disebut mencapai sekitar 1.300 mata pilih.

Namun, besarnya jumlah masyarakat tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan perhatian terhadap kebutuhan dasar petani, khususnya infrastruktur irigasi.

Saat ditemui awak media ketika tengah bergotong royong memperbaiki saluran irigasi, sejumlah petani mengaku heran dengan kondisi tersebut. Menurut mereka, usulan perbaikan irigasi telah disampaikan berulang kali selama bertahun-tahun, bahkan survei dari pihak terkait sudah dilakukan. Namun, hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

Kami sebagai petani tentu irigasi ini merupakan penopang bagi kelangsungan hidup. Meskipun pemerintah tidak mau membuka mata, hidup kami juga harus tetap berlangsung,” ujar salah seorang petani.

Ia menambahkan, persoalan kewenangan juga menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, berdasarkan status aset, saluran irigasi tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Kalau status aset, ini sudah jelas masuk aset provinsi. Artinya, kami juga tidak bisa menyalahkan Pemkab tidak memperbaiki, karena secara kewenangan sudah seharusnya Pemprov yang bertindak,” katanya.

Kekecewaan petani semakin bertambah karena survei yang dilakukan oleh pihak PU belum diikuti dengan pelaksanaan pekerjaan.

Yang kami sesalkan, PU hanya melakukan survei, namun pelaksanaannya zonk. Sedangkan di media sosial Gubernur Bengkulu gencar menyuarakan program bantu rakyat,” ujarnya dengan nada kesal.

Pantauan awak media di lokasi, para petani terlihat bergotong royong memperbaiki saluran irigasi secara manual. Sebagian warga memikul papan untuk dipasang di sepanjang saluran, kemudian memakunya agar dapat menahan aliran air.

Setelah papan terpasang, masyarakat membentangkan terpal sebagai pelapis saluran. Dalam pekerjaan tersebut, warga juga mendapat bantuan dari Ranting Pengairan Batu Roto.

Gotong royong tersebut dilakukan sebagai upaya masyarakat agar aliran air tetap dapat dimanfaatkan untuk mengairi persawahan, sembari menunggu adanya realisasi perbaikan irigasi dari pemerintah.

Para petani berharap Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat segera menindaklanjuti hasil survei dan merealisasikan perbaikan irigasi tersebut. Mereka menilai, keberadaan irigasi yang layak sangat penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan keberlangsungan kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor persawahan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun Dinas PU terkait hasil survei, status penanganan, serta kepastian waktu perbaikan irigasi di Desa Pematang Balam. (Red)

Artikulli paraprakKKN Persyarikatan Muhammadiyah 076 Kenalkan Azolla sebagai Bahan Pupuk Organik Cair kepada KWT Kasihan 1