Terkait Konflik Internal PMO, Ketua DPD APPI Bengkulu Utara Angkat Bicara

0
556

DP, Bengkulu Utara – Mencuatnya konflik internal di tubuh Perkumpulan Media Online (PMO), tampaknya mulai dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyeret organisasi lain ke dalam pusaran masalah. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Pers Indonesia (DPD APPI) Kabupaten Bengkulu Utara, Dikkie Hadiyanto, dengan tegas menyikapi situasi tersebut. Senin (19/5/2025).

Menurut Dikkie Ketua DPD APPI, dinamika yang terjadi merupakan persoalan internal, yang seharusnya diselesaikan secara arif tanpa melibatkan organisasi lain. Apalagi jika dilandasi oleh kepentingan pribadi. Ketua DPD APPI Bengkulu Utara mengingatkan agar seluruh pihak menjaga marwah organisasi dan tidak menjadikan lembaga sebagai korban dari konflik individu.

“Jangan sampai kepentingan pribadi dibawa-bawa ke dalam organisasi lain. Ini dapat memicu kesalahpahaman dan berpotensi memecah solidaritas antar organisasi Pers di Bengkulu Utara yang selama ini telah terjalin dengan baik,” tegas Dikkie.

Tegas Dikkie, “Selama ini APPI dan PMO telah menjalin hubungan kemitraan yang baik, saling menghargai dan mengedepankan profesionalisme dalam setiap langkah organisasi. Oleh karena itu, selaku Ketua DPD APPI Bengkulu Utara sangat menyayangkan jika hubungan baik ini dirusak oleh pihak yang memaksakan kepentingannya secara sepihak!.”

Lebih jauh, Dikkie juga menanggapi munculnya nama pimpinan redaksi Rajda Cyber dalam pusaran konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan anggota organisasi APPI. Pernyataan yang beredar atas nama Ketua Umum DPP APPI, Aprin Taskan Yanto, dinilai tidak mewakili sikap organisasi secara formal.

“Yang bersangkutan bukan anggota APPI, Dan perlu dicatat, pernyataan Ketua Umum yang beredar tidak dikeluarkan secara organisator. Ini penting untuk kami luruskan agar tidak terjadi kekeliruan persepsi publik,” ujarnya Dikkie.

Ia pun mengajak semua pihak untuk kembali kepada semangat menjaga etika dan profesionalisme dalam berorganisasi. Jangan sampai konflik personal dijadikan alat untuk mencoreng lembaga lain yang tidak terlibat sama sekali.

“Jagalah nama baik organisasi. Jangan korbankan integritas lembaga hanya karena urusan yang bersifat pribadi,” Tandas Dikkie. (e)

Artikulli paraprakHampir Dua Dekade Hasil Kebun Kas Desa Tidak Jelas Pengelolaannya, Masyarakat Beraksi Serta Melapor Ke APH
Artikulli tjetërDesa Air Baus II Gelar Musyawarah Khusus Pembentukan Koperasi Desa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini