Bank Bengkulu Gelar Diklat Jurnalistik dan UMKM Digital, Cetak Generasi Muda Cakap Media

0
67

DP, Bengkulu – Puluhan pelajar tingkat SMA dari berbagai sekolah di Kota Bengkulu mengikuti kegiatan Diklat Jurnalistik dan UMKM Digital yang digelar di Bank Bengkulu, Jumat (13/2). Kegiatan yang berlangsung di lantai VII Graha Bank Bengkulu ini menjadi ruang belajar alternatif bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan literasi media sekaligus memahami peluang ekonomi di era digital.

Diklat tersebut dibuka secara resmi oleh jajaran pejabat Bank Bengkulu dan merupakan hasil kolaborasi bersama Direktur LEKAD, Wahyou Grandia. Untuk memperkaya materi, panitia juga menghadirkan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Bengkulu (KPID), Tedi Cho, serta wartawan televisi senior Verdi Navutor sebagai pemateri utama.

Tidak hanya diikuti oleh siswa SMA, kegiatan ini juga menarik minat sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu. Mereka antusias mengikuti sesi demi sesi yang membahas dasar-dasar jurnalistik, etika bermedia, hingga strategi memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, pihak Bank Bengkulu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perbankan daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Generasi muda dinilai perlu dibekali bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk kemampuan membuat konten yang produktif dan bernilai ekonomi.

Sementara itu, Direktur LEKAD Wahyou Grandia menyampaikan bahwa literasi jurnalistik sangat penting agar pelajar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten yang bertanggung jawab.

Di tengah banjir informasi, anak muda harus bisa memilah fakta, menghindari hoaks, serta memahami bagaimana menyampaikan pesan yang edukatif dan bermanfaat,” ujarnya.

Pada sesi materi, Ketua KPID Bengkulu Tedi Cho menekankan pentingnya etika dalam produksi konten, khususnya di media sosial. Ia mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus diimbangi dengan tanggung jawab hukum dan moral.

Konten yang viral belum tentu berkualitas. Justru yang dibutuhkan adalah konten yang informatif, inspiratif, dan tidak melanggar aturan penyiaran,” jelasnya.

Selain aspek jurnalistik, peserta juga dibekali pengetahuan tentang pemasaran digital untuk UMKM. Materi ini membahas cara memanfaatkan media sosial, marketplace, serta strategi branding agar produk lokal bisa bersaing di pasar online. Para peserta diajak memahami pentingnya foto produk, penulisan deskripsi yang menarik, hingga teknik promosi yang efektif.

Wartawan senior Verdi Navutor menambahkan bahwa keterampilan membuat konten dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi generasi muda. Menurutnya, banyak peluang yang bisa diraih dari dunia digital, mulai dari menjadi kreator konten, admin media sosial, hingga jurnalis lepas. Namun, semua itu harus didukung dengan pemahaman teknik dasar penulisan, pengambilan gambar, dan penyuntingan.

Kalau dikelola dengan baik, konten bukan hanya untuk hiburan, tapi juga bisa menjadi alat edukasi dan ekonomi. Anak-anak muda Bengkulu punya potensi besar untuk mengangkat isu lokal sekaligus mempromosikan produk daerah,” ungkapnya.

Melalui diklat ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan konten kreatif, tetapi juga memahami bagaimana memasarkan produk UMKM secara digital. Dengan demikian, mereka dapat berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus menjadi generasi yang cakap media dan melek teknologi.

Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari para peserta. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak muda Bengkulu yang siap menghadapi tantangan dunia digital, baik sebagai kreator konten maupun pelaku UMKM masa depan.

Artikulli paraprakJaksa Agung Buka-bukaan: Apartemen Sitaan Dipakai Oknum Jaksa
Artikulli tjetërPolri Tegaskan Tak Ada Impunitas, Oknum Perwira Ditjerat Kasus Narkoba

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini