DP, Bengkulu Utara – Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan, termasuk revitalisasi Gedung TK Kasih Ibu di Desa Suka Rami, Kecamatan Air Padang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara, Firdaus, menyampaikan apresiasi terhadap peran media massa dalam melakukan pengawasan sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan program pemerintah.
Menurut Firdaus, program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah yang perlu mendapat dukungan bersama agar dapat terlaksana dengan baik dan selesai sesuai target.
“Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi media dalam mengawasi program revitalisasi. Karena ini program Pak Presiden, yaitu termasuk program strategis, mari kita semua sama-sama mendukung agar program ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujar Firdaus.
Penjelasan Mengenai Perbedaan Nominal
Menanggapi adanya perhatian terhadap nominal anggaran yang tercantum pada papan informasi kegiatan revitalisasi, Firdaus menjelaskan bahwa angka yang ditampilkan pada papan merek kegiatan mengacu pada nominal yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), khususnya angka yang berkaitan dengan belanja fisik.
“Terkait perbedaan angka, angka tersebut merupakan angka fisik sesuai dengan angka yang tertuang dalam PKS,” jelasnya.
Sementara mengenai aspek teknis pekerjaan di lapangan, Firdaus mengatakan bahwa pihak sekolah tidak memiliki kapasitas teknis untuk menjelaskan secara rinci seluruh aspek pekerjaan konstruksi.
“Kemudian terkait teknis, Kepala Sekolah tidak paham karena bukan basic-nya. Nanti kami himbau kembali sama konsultan terkait hal tersebut,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa aspek teknis pelaksanaan pekerjaan perlu mendapatkan penjelasan dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi, termasuk konsultan yang terlibat dalam program.
Luruskan Penyebutan APH
Firdaus juga memberikan klarifikasi mengenai penyebutan aparat dalam keterangannya sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa istilah APH yang dimaksud sebelumnya merujuk pada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara, kegiatan tersebut telah mendapatkan pengecekan dari tim APIP.
“Kemudian yang terakhir, terkait APH yang kami maksud kemarin ialah APIP. Berdasarkan data yang ada, data tersebut sudah dicek langsung oleh tim APIP, sehingga dapat disimpulkan hal tersebut sudah clear,” ungkap Firdaus.
Ia menambahkan, pengecekan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan.
Media Massa Bagian dari Instrumen Pengawasan
Lebih lanjut, Firdaus menilai keberadaan media massa memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemberitaan dan pengawasan yang dilakukan media dapat menjadi bagian dari kontrol sosial sekaligus sarana menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
“Media massa juga merupakan bagian dari instrumen dalam mendukung kemajuan daerah,” tuturnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung pelaksanaan program revitalisasi tersebut. Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, konsultan, masyarakat, dan media, program diharapkan dapat berjalan secara transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. (Red)




