DP, Bengkulu Utara – BUMDes Tembilang Jaya Mandiri menjadi sorotan publik. Pasalnya, anggaran senilai Rp196 juta diduga menjadi ajang korupsi. Mulai dari pengadaan bibit kambing hingga pengelolaan kebun jagung kini dipertanyakan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, oknum Ketua BUMDes diduga sengaja mengambil keuntungan sejak proses pengadaan bibit kambing. Untuk harga kambing indukan, Ketua BUMDes Tembilang Jaya Mandiri dikabarkan mengambil keuntungan sekitar Rp200 ribu per ekor.
Jika informasi tersebut benar, maka dari pengadaan 38 ekor kambing, keuntungan yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp7,6 juta. Lebih ironis lagi, kambing yang dibelikan oleh Ketua BUMDes Tembilang Jaya Mandiri diduga tidak seluruhnya merupakan kambing indukan.
Dugaan tersebut menguat setelah ditemukan indikasi kambing indukan bercampur dengan anakan kambing di kandang BUMDes. Berdasarkan dokumen foto yang berhasil dihimpun, kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya pengoplosan dalam pengadaan ternak, sehingga keuntungan yang diperoleh diduga lebih besar dari kalkulasi masyarakat sebelumnya.
Adapun jumlah kambing yang diadakan tercatat sebanyak 38 ekor, terdiri dari 6 ekor kambing jantan dan 32 ekor kambing betina. Namun hingga saat ini, alokasi anggaran untuk pengadaan bibit kambing maupun biaya kebun jagung belum diketahui secara rinci.
Berdasarkan hasil analisa data yang terhimpun, dugaan dana BUMDes dijadikan ajang korupsi semakin menguat. Dalam praktik pengadaan barang dan jasa, potensi terjadinya penyimpangan memang sangat rentan terjadi. Karena itu, negara telah mengatur sistem pengadaan barang dan jasa melalui berbagai peraturan perundang-undangan guna mencegah praktik kecurangan dan penyalahgunaan anggaran.
Masyarakat pun meminta agar pihak terkait segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan dana BUMDes Tembilang Jaya Mandiri, sehingga dugaan penyimpangan anggaran dapat dibuka secara transparan kepada publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihaknya Pengurus BUMDes Tembilang Jayan Mandi belum berhasil di konfirmasi. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Ketua BUMDes belum menerima telpon. Sedangkan klarifikasi atas sebuah informasi, komunikasi merupakan kunci agar tidak menimbulkan asumsi semakin liar. (Red)




