13.5 C
New York
Senin, Mei 25, 2026

Buy now

Beranda BENGKULU Saat Sawit Anjlok, Petani Pepaya Justru Diteror OTK

Saat Sawit Anjlok, Petani Pepaya Justru Diteror OTK

0
226

DP, Bengkulu Utara – Di tengah polemik anjloknya harga sawit, petani pepaya Kalifornia di Kabupaten Bengkulu Utara justru diterpa musibah lain. Sejumlah kebun pepaya milik warga dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kerkap langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.

Perusakan dilakukan dengan cara membacok batang pohon pepaya milik petani. Meski tidak seluruh kebun dibabat habis, aksi tersebut diduga dilakukan secara terencana karena terjadi pada waktu yang hampir bersamaan, yakni pada 23 Mei 2026.

Dua petani yang mengalami kerugian diketahui berinisial DK dan LS. Kebun milik DK berada di Desa Taba Padang Kol, sedangkan kebun LS berada di Desa Padang Bendar.

Berdasarkan keterangan DK, dirinya mengetahui kebun pepayanya dirusak sekitar pukul 07.00 WIB setelah diberitahu oleh tetangganya bernama Eka yang baru pulang dari kebun.

Kamu belum lihat kebun kamu hari ini? Saya barusan dari kebun, saya datang ke sini memberitahukan bahwa pepayamu dibacok orang. Siapa pun pelakunya jangan dikasih ampun,” ujar DK menirukan perkataan Eka.

DK mengaku sangat terpukul dan emosi melihat tanaman yang diharapkan menjadi sumber penghasilannya dirusak begitu saja.

Kalau memang ada unek-unek, kenapa tidak langsung ke saya. Jangan malah merusak kebun. Apalagi membacok pohon kates yang tidak bersalah,” ujarnya kesal.

Pada hari yang sama, kebun pepaya milik LS juga dilaporkan mengalami perusakan serupa. Tidak terima dengan kejadian itu, LS langsung melapor ke Mapolsek Kerkap agar pelaku dan motif di balik aksi tersebut dapat segera diungkap.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi langsung kepada LS terkait kerugian yang dialaminya. Dari informasi yang dihimpun, aksi perusakan ini diduga berkaitan dengan persaingan tidak sehat di tengah meningkatnya harga pepaya yang belakangan semakin menjanjikan.

Tentu hal tersebut akan menguji ketajaman intelijen dan kemampuan anggota Polsek Kerkap dalam mendeteksi pelaku serta mengungkap klausul maupun rangkaian kejadian di balik aksi perusakan kebun pepaya tersebut. Intuisi yang tajam dalam membaca situasi dan mengungkap sebuah peristiwa merupakan salah satu keahlian utama seorang intelijen, terutama dalam menelusuri motif, pola, hingga pihak yang diduga terlibat di balik kejadian itu.

Sementara itu, kondisi berbeda dialami petani sawit yang masih dibayangi isu anjloknya harga jual tandan buah segar (TBS). Situasi tersebut memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada petani. (Red)

Artikulli paraprakDiterpa Isu Tak Sedap, Dua Perangkat Desa Marga Sakti Jarang Ngantor

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini